Dari mana Budaya Spa Dimulai?



Kegiatan spa telah ada sejak dahulu kala, dan dilakukan selama beberapa generasi. Air diyakini menjadi media untuk perawatan kesehatan, kebersihan dan diyakini memiliki kekuatan spiritual sebagai simbol keselamatan manusia.
Di era modern ini, kesehatan adalah salah satu kebutuhan paling mendesak bagi setiap manusia. Kita sudah tahu, kesehatan sangat mahal, karena tanpa kondisi sehat, setiap manusia akan kesulitan melakukan semua kegiatan dan merasakan ketidaknyamanan dalam hidupnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh setiap orang untuk menghindari dirinya dari penyakit atau dapat diartikan sebagai banyak cara setiap orang untuk menjaga dirinya dalam keadaan sehat, mulai dari pola makan, mengatur istirahat, melakukan berbagai kegiatan olahraga, jangan lupa ada berbagai cara dari terapi yang diikuti oleh banyak orang yang sifatnya dapat digunakan sebagai pencegahan penyakit atau sebagai alternatif penyembuhan penyakit.

Satu terapi yang bisa dilakukan oleh siapa pun adalah SPAterapi. SPA adalah cara penataan sistem kesehatan yang dilakukan dengan menggunakan media air baik obat maupun pengobatan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan setiap individu dari berbagai penyakit. Ciri khas dari proses SPA terapeutik adalah menggunakan air sebagai media perawatan dan pengobatan, belum lagi didukung oleh pijatan dan aromaterapi dari bahan alami.

SPA bukanlah hal baru dalam dunia kesehatan, karena SPA sudah dapat tumbuh dan berkembang dari tahun-tahun sebelumnya. SPA sendiri tidak hanya ada di Indonesia, tetapi di setiap negara di dunia memiliki perkembangan sendiri terapi SPA. Dari uraian di atas, perlu untuk mengetahui tentang sejarah dan perkembangan terapi SPA baik di dunia maupun di Indonesia, sehingga kita dapat memahami bagaimana mulainya terapi SPA berasal.

Kata SPA berasal dari bahasa latin solus per aqua yang berarti upaya kesehatan dengan memanfaatkan air. Secara etimologis menurut kamus Bahasa Inggris Meriem-Webster, kata SPA berarti tempat berair di Belgia Belgia, Belgia. Di kota Spa ini, ada mata air mineral terkenal yang telah dikunjungi sejak abad ke-14, sumber air panas sekitar 32C.

Penggunaan Spa sebagai sarana pengobatan telah terdaftar dalam literatur medis pada 1500 SM dengan judul Rig Veda yang berarti "pengolahan air untuk penyembuhan demam". Secara lebih rinci, SPA didefinisikan sebagai cara pengelolaan kesehatan dengan menggunakan air dalam berbagai bentuk untuk mengobati penyakit atau untuk mempertahankan kesehatan individu. (Menelusuri Asal Usul Spa, 2012, www.conectique.com, 11 Maret 2012).

Pada zaman kuno, orang-orang Yunani telah mengenal SPA sejak 377 SM. Hal ini dibuktikan juga oleh aktivitas mandi Yunani kuno yang diyakini menjadi dasar prosedur perawatan SPA modern saat ini, salah satu bukti yang dapat dilihat adalah adanya bathub dan foot basin untuk perawatan kaki.



Selain orang Yunani di zaman kuno, kegiatan SPA sekarang juga diyakini berasal dari sebuah kota kecil di Belgia yang disebut Spa dekat Liege, di mana di daerah itu terdapat mata air mineral yang merupakan tempat bagi orang Romawi untuk bersantai dengan berendam setelah pindah.
Orang yang datang dan berendam di mata air di kota Spa dikatakan segera akan sembuh dari berbagai masalah kesehatan yang dideritanya. Sejak saat itu SPA kemudian dikenal sebagai bentuk terapi yang menggunakan kekuatan air mineral untuk menyembuhkan penyakit.

Seiring waktu, orang Romawi membawa kebiasaan ke Roma, di mana SPA tertua di Roma terletak di Merano hingga hari ini, yang mampu memberikan bukti penggunaan hidroterapi sejak ribuan tahun yang lalu. Kebiasaan bangsa Romawi juga diyakini telah menular ke Cleopatra Ratu Mesir yang cantik yang sering melakukan perawatan kecantikan dan kegiatan relaksasi menggunakan media air atau dengan kata lain sang ratu telah melakukan kegiatan SPA.


B. PENGEMBANGAN TERAPI SPA

Perkembangan Terapi Spa di Dunia
Kegiatan SPA sebenarnya ada sejak zaman dahulu, hal ini dilakukan selama beberapa generasi dan air diyakini sebagai media untuk perawatan kesehatan, sebagai sarana kebersihan, dan dalam keyakinan memiliki kekuatan spiritual sebagai simbol keselamatan umat manusia. Konon daya air sudah dikenal dari abad ke-17. Pada zaman Gaul, para prajurit memiliki kebiasaan menyemprotkan air ke tubuh dan merendam diri setiap kali mereka menyelesaikan perang. Di era kejayaan Kekaisaran Romawi sekitar 3000 tahun yang lalu, awalnya perawatan spa menggunakan air mancur alami dengan tujuan terapi kesehatan serta kenikmatan berendam. Airnya bersumber dari pegunungan. Melalui terapi ini para prajurit setelah pertempuran untuk bersantai. Ratu Cleopatra dari Mesir telah melakukan perawatan ini sejak dia remaja tumbuh menjadi ratu cantik cantik dengan mandi susu dan dipijat oleh wanita.

Mulai dari kisah ini, aktivitas perawatan kulit berkembang menjadi spa yang saat ini kita kenal dan spa mulai dibangun di mana-mana, seperti:
  • Spa tertua di Roma yang berusia ribuan tahun berada di Merano, Italia dan masih berdiri hingga saat ini. Spa ini terletak di dalam istana yang dibangun oleh bangsawan Eropa. Ini menunjukkan bahwa penggunaan pegas sebagai terapi (hidroterapi) telah dilakukan ribuan tahun lalu.

  • Di kota Bath, Inggris memiliki Roman Baths yang sejak ribuan tahun lalu didirikan sebagai pusat spa. Dikatakan bahwa pada abad ke-18 putra mahkota Raja Inggris Ludhudibras, terkena penyakit kusta yang akhirnya dievakuasi di tempat terpencil karena dianggap sebagai pembawa kutukan. Secara tidak sengaja di tempat perlindungan sang pangeran menemukan sumber air panas dan dia menjejali dirinya setiap hari untuk menenangkan diri, tiba-tiba penyakit kulitnya berangsur sembuh dan dia kembali ke kekaisaran dengan sukacita. Akhirnya mata air panas diberi nama "Mandi" yang berarti mandi berendam.

  • Di Amerika Serikat tepatnya di Saratoga Fort Springs, NY, ada juga pusat spa yang awalnya digunakan oleh orang Indian Mohawk di Amerika Utara sejak ratusan tahun lalu. Tempat ini dikomersialkan menjadi tempat spa mewah, sehingga para pengunjung dapat tinggal dan melakukan kegiatan spa yang mereka inginkan.


Pengembangan Terapi Spa di Indonesia
SPA di Indonesia sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu - Budha, yang pada zaman dahulu telah menjadi ritual tradisi pribumi di Indonesia. Ini bisa ditelusuri ke peninggalan bersejarah tempat pemandian kuno (patirtan) dalam bentuk pura yang berfungsi sebagai pemandian dan terlihat juga relief candi seperti yang terlihat di Candi Borobudur.

Perkembangan SPA di Indonesia sendiri dibuktikan oleh sastra kuno pada tahun 1872 yang menuliskan keberadaan tempat pemandian di komplek istana Majapahit dan Medang. Ada Kuil Tikus dan Kolam Segaranyang yang digunakan untuk membersihkan diri, tubuh dan jiwa. Di Yogyakarta ada Taman Sari Sri Sultan Hamengkubuwono yang dibangun pada tahun 1789. Sedangkan di Bali ada Tirta Empul Tampaksiring, yang merupakan pemandian yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Gianyar.



Dari zaman dahulu masyarakat Indonesia sangat menyukai mandi air yang mengandung banyak mineral atau belerang yang digunakan untuk menyembuhkan kulit, atau mengendurkan otot-otot dan persendian yang kaku. Tempat yang bisa kita temui di Tangkuban Perahu dan Ciater, Jawa Barat dan sebagainya. Tanpa kita sadari spa adalah bagian dari tadisi dan kehidupan sosial di Indonesia dan gaya hidup berdasarkan kedekatan dengan alam. Sejumlah gunung berapi di Indonesia kaya akan mineral yang bermanfaat untuk perawatan tubuh. Banyak orang yang datang ke gunung untuk menikmati pemandian air panas diyakini memiliki kekuatan penyembuhan yang dapat meningkatkan kesehatan fisik dan fungsional serta menjaga kecantikan dan kebugaran tubuh.
Jadi jangan heran jika di Indonesia ada berbagai upacara mandi yang secara ritual didasarkan pada siklus hidup seorang wanita. Contoh-contoh seperti:

  • Upacara seremonial, untuk membersihkan jiwa dan tubuh pengantin dari pengaruh buruk kehidupan sebelumnya, sehingga membentuk rumah tangga baru dan kehidupan suci.
  • Upacara Mitoni (Tujuh Bulan), dilakukan pada usia kehamilan langkah pada bulan ke-7. Artinya untuk membersihkan diri ibu dan calon bayi untuk bertahan hidup hingga melahirkan.
  • Upacara perayaan
  • Upacara Ruwatan, untuk mendapatkan keselamatan, kebahagiaan dan dijauhkan dari pengaruh jahat.
  • Upacara Dribbling (Covered Girls), dilakukan ketika gadis itu mendapat periode pertamanya, yang berarti gadis itu memiliki aura dan kecantikan yang terpancar sempurna dari luar dan dalam.

Selain itu dapat dibuktikan dari sejarah yang ditulis pada artefak dalam beberapa literatur. Kita bisa melihat di relief Candi Borobudur (824) yang menggambarkan kehidupan Buddha mempersiapkan untuk mandi di kolam diisi dengan bunga dan berbagai ekstrak tumbuhan lainnya. Pada relief lainnya kita juga bisa melihat tubuh Ratu Maya, tangan dan kaki sedang dipijat oleh para wanita.

Di Candi Prambana (781-872) salah satu sketsanya menunjukkan beberapa kegiatan seremonial, seperti mandi untuk membersihkan, memijat, dan beberapa tanaman obat. Juga dalam Serat Centhini, literatur terkenal yang ditulis pada tahun 1872, dapat dibaca tentang pemandian Mojopahit dan Kerajaan Medangkemulan di P.Jawa yang menggunakan air dari sumber air panas mineral dari pegunungan Dieng.

Dari mana Budaya Spa Dimulai?
sejarah spa di indonesia
sejarah spa di indonesia pdf
sejarah spa di eropa
sejarah dan pengertian spa
makalah sejarah spa
sejarah spa dunia
pengertian spa menurut para ahli
Jenis Spa
Spa Pertama di indonesia
rekomendasi spa di bali
paket spa murah di bali
tempat spa di bali yang murah
paket spa couple murah di bali
tempat spa ++ di bali yang bagus
massage murah di bali
spa terbaik di kuta bali
spa murah di kuta bali

<a href=”http://www.sspabali.com”>Spa plus bali</a>
<a href=”https://www.thepresidentspa.com”>Spa purwokerto</a>
<a href=”https://www.nine-spa.com”>Spa samarinda</a>


loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dari mana Budaya Spa Dimulai?"

Posting Komentar