Novel Cinta Remaja - Penantian

Novel Cinta Remaja - Penantian



Semilir angin lembut di akhir musim gugur bulan September ini benar benar membuatku betah berada di sini. Di dekat danau Xihai di samping bangunan bersejarah dinasty Yuan yang berupa kuil dan rumah rumah mewah di bawah pohon yang mulai memutih karena salju sudah mulai turun.

“Fēicháng měilì dì dìfāng..” desisku memandang air danau yang kehijauan
“ni hao Yumi..” ucap seseorang dari arah belakang. Dan akupun berbalik menatap sosok pemuda kurus tinggi berwajah campuran Asia dan Eropa yang meyunggingkan senyum padaku yang di panggilnya Yumi. Ya namaku Yumi, Yumi san tepatnya, hanya saja hampir semua temanku memanggilku dengan semutan ‘meinu’. Tau kan artinya..? artinya si cantik. Entah hanya ledekan atau memang wajahku yang super Asia ini memang menarik
“shi.. ni hao ju..” jawabku pemuda tampan nan kurus sang selama ini selalu menemaniku. Alberth Yang Si, itulah namanya, nama terindah yang pernah aku puji seumur hidupku.
“mengapa kaubarada di tempat ini..??” tanyanya seolah aku adalah anak kecil yang tidak bisa menjaga diri dengan baik.
“bukan kau sudah mengenalku lama?? Jadi untuk apa lagi aku disini selain menikmati pergantian musim??” jawabku ringkas sambil tersenyum ringan
“kau selalu begitu.. mencari sesuatu yang tak pasti.. apa sih enaknya menjadi penulis..??” ucapnya dengan nada setengah mengejek
“Wèishéme......?” jawabku sambil menepuk pundaknya dan tersenyum simpul, meninggalkannya ditepian danau Xihai sendiri, sementara aku terus berjalan menuju ke jalan raya memberhentikan taxi dan pulang ke rumah

***

“Yumi san nǐ shì hěn piàoliang..”desah ku pelan, menatap punggung gadis tiong hoa yang aku kagumi sejak awal pertemuan dengannya. gadis penulis yang misterius tapi ada sisi menyenangkan di balik semua kemisteriusannya. mungkin itu hal petama yang membuatku terpesona pada gadis itu.
langkah mulai berjalan meninggalkan tempat wisata yang dulu di operasikan pada dinasty yuan itu.

“kenapa kau meninggalkanku tadi..??” tanyaku pada gadis tiong hoa manis yang sedang tiduran di atas sofa dengan bulu putih tebal lembut di dalam apartemenku.
“apa perlu aku jawab kalau menurutku kau sudah tau jawabannya” balasnya dengan cuek
“kau benar benar membuatku kesal, tapi entah kenapa aku tak pernah bisa melarangmu untuk datang ke tempatku”
“kalau kau larang aku akan pergi”
“tapi aku tidak pernah melarangmu kan?”
“boleh aku pinjam  ponsel?”
“ambilah”

Yumi meraih ponselku dan menekan beberapa tombol, entah apa yang dia lakukan, tapi sepertinya dia sedang mengirim pesan singkat, atau mencari lagu kesukaannya, dan benardia memutar lagu Zui Lang Man De Shi dari Timi Zhou. dia meletakkan ponselku diatas meja dan mulai beranjak mendakatiku.

“kau mau makan apa hari ini..??” tanyanya lembut dan pasti ada sesuatu di balik ucapannya yang lembut itu
“sekarangkatakan apa maumu”
“kau tau apa mauku”
“menginap disini?? lagi??”
“ya, bolehkan??”
“baiklah,tidurlah di dalam biar aku tidur disini”
“xiexie..”

Yumi san, gadis itu benar benar membuat pusing kepala dan kadang terasa sulit jauh darinya. aku tersenyum simpul mendengar lirik terakhir lagu yang berjudul Hal Yang Paling Romantis yang di putarnya tadi.

Kěyǐ xiǎngdào dezuì làng màn de shì, yǔ nǐ màn man lǎo qù.
Zhídào yǒu yītiān, zuò zàiyáoyǐ ér nài rén huíwèi yī lùshàng chōngmǎn xiào shēng.
Kěyǐ xiǎngdào dezuì làng màn de shì, yǔ nǐ màn man lǎo qù.
Dāng wǒmen dōu lǎole, bù zàinéng mào xiǎn |nǐ hái xiǎngzhe wǒ zuòwéi ǒuxiàng de xīnzàng.

Hal paling romantis yang dapat kubayangkan adalah perlahan-lahan menjadi tua bersamamu.
Sepanjang jalan penuh dengan gelak tawa hingga suatu hari nanti duduk di kursi goyang sambil bernostalgia.
Hal paling romantis yang dapatku bayangkan adalah perlahan-lahan menjadi tua bersamamu.
Saat tua nanti dan kita tidak mampu lagi melalang buana; kamu masih menganggapku sebagai pujaan hatimu.

“apa iya harusaku ungkapkan perasaan kagumku padanya selama ini?? namun ku takut dia sudah punya kekasih.. tapi tiada salahnya aku mencoba”

***

riuh orang orang sudah mulai terdengar, namun sosok yang yang ku tunggu sosok yang entah kenapa menjadi sangat penting bagiku belum muncul. hari ini hari peluncuran novel terbaruku dengan judul “Secret Love in China”. jujur cerita dalam novel itu memang cinta rahasia yang selama ini tersimpan di dalam hatiku untuk pemuda keturunan asia eropa yang selama ini menjadi satu satunya orang yang mendukung duniaku. dunia seni, ya meski lebih tepat ku sebut dengan dunia mencurahkan perasaan.

aku masih gelisah, hingga penerbit yang menerbitkan novelku berulang ulang menanyakan ada apa denganku, namun berkali kali itu juga aku hanya menjawabnya dengan kata “Wǒ zuò de hǎo ma”. aku baik..ya hanya kata itu yang kelihatannya cocok untuk menjawab pertanyaan pertanyaan mereka, hingga akhirnya acara di mulai, dan mungkin dia tak datang. dengan wajah murung dan terkesan suntuk aku duduk di tempat yang di sediakan untukku,menjawab pertanyaan pertanyaan yang menyangkut isi dari novel baruku hingga satu pertanyaan salah satu dari mereka mengejutkanku.

“Nǐ shì wǒ de àirén.. ?” ya pertanyaan itu yang tadi terlontar, namun dari siapa..?? aku hanya bisa mencari cari siapa yang tadi menanyakan pertanyaan yang nekat bahkan terkesan gila itu dengan menoleh ke seluruh penjuru ruangan, namun nihil, tak ada yang mengangkat tangan pertanda dia menanyakan pertanyaan tadi.
“Yumi.. Nǐ shì wǒ de àirén.. ?”pertanyaan itu lagi, dan kali ini melalui pengeras suara yang menggema dilantai dasar hotel tempat dimana peluncuran novelku diselenggarakan.
“shui..?? Tā shì shuí.??”tanyaku menggunakan microphone yang di sediakan untukku, namun bukan jawaban yang aku dapat, malah lagu favoritku yang mulai mengalun di dalam ruangan, namun anehnya hanya pada bait terakhirnya saja.
“heyy meinu..!! Wǒ zài zhèlǐ..!! teriak seseorang dari balkon lantai atas. pandangan ku langsung mengarah ke atas dandi atas sana nampak sosok yang aku cari dan rindukan, Albert Yang si. ya dia.
“Yumi San Nǐ xiǎng chéngwéi wǒ de nǚ péngyǒu..?” (Yumi sanwhould you be my girlfriend..?) teriaknya dengan menggunakan sebuah toak

semua perasaan campur aduk menjadi satu saat penantian sebuah kepastian kini tlah berada di depan mata. dengan senyum mengembang aku mengambil microphone danmulai berteriak.

“shi..!! Wǒ xiǎng chéngwéi nǐ de nǚ péngyǒu!” (ya..!! aku maujadi pacarmu..!!) teriakku yang tak sadar menangis

terlihat jelas dia mulai turun, turun dengan cara yang tak biasa, turun menggunakan seutas tambang di bantu oleh beberapa orang, lalu beberapa orang yang ada ditempat ini menyingkir, memberi jalan bagi Yang Si untuk mendekat ke arahku. dia berlari dan memelukku di depan para undangan yang datang, dan membisikkan sebuah kata, yang menurutku manis untuk saat ini.

“wo ai ni..”bisiknya
“wo ye ai ni..”balasku

PESAN :

Jika di hatimu terdapat sebuah ketulusan, berapa lamapun kamu menunggu datangnya mimpimu.. kamu pasti akan mendapatkannya.. mendapatkan mimpimu.. bahkan lebih manis..  dan lebih indah dari bayangan mimpimu..

END

0 Response to "Novel Cinta Remaja - Penantian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

iklan bawah artikel

loading...