Musisi yang Menjadi Fisikawan


Halo serupedians

Dua dunia yang saling berlawanan adalah dunia musik dan sains. Mengapa berbeda? Karena dunia musik mengandalkan otak kanan dan dunia sains mengandalkan otak kiri. Namun 2 musisi ini membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi seorang pemikir dalam dunia sains fisika.

Berikut serupedia akan mengulas 2 musisi yang menjadi fisikawan.


Brian May

Siapa yang tak kenal grup band Queen? grup band legendaris asal Inggis ini disebut sebagai penghasil lagu-lagu abadi. Salah satu punggawa yang sangat berpengaruh di band ini adalah Brain May


Pria yang bernama lengkap Brian Harold May, lahir di Hampton, London, 19 Juli 1947 adalah musisi, penyanyi, sekaligus pencipta lagu berkebangsaan Inggris yang terkenal sebagai gitaris band Queen. Gitar "Red Special" yang digunakannya adalah gitar buatannya sendiri di rumah. Album-album Queen banyak berisi lagu-lagu ciptaan May, termasuk di antaranya: "Tie Your Mother Down", "I Want It All", "We Will Rock You", "Fat Bottomed Girls", dan "Who Wants to Live Forever".

Selain menjadi musisi legendaris, May juga seorang ahli astrofisika yang mendapat gelar Ph.D dalam astrofisika dari Imperial College pada tahun 2007, dan menjabat Chancellor of Liverpool John Moores University dari 2008 sampai 2013.

Tesis yang sudah disusun lengkap tersebut dicetak dalam sebuah buku yang berjudul “A Survey of Radial Velocities in the Zodiacal Dust Cloud” (Springer and Canopus Publishing Ltd., 2008). Dalam tesisnya, May menguji fenomena misterius yang dikenal dengan cahaya Zodiak (cahaya fajar) yakni cahaya yang berbentuk kerucut berpendar di langit sebelah barat setelah matahari tenggelam dan di sebelah timur sebelum matahari terbit.

Saya telah menikmati hari-hari bermain gitar dan bermusik dengan Queen tetapi suatu kepuasan tersendiri dapat mempublikasikan tesis saya. Saya telah tertarik dengan dunia astronomi bertahun-tahun dan sangat bahagia akhirnya dapat meraih gelar Ph.D tahun lalu dan mempublikasikan studi saya tentang cahaya Zodiak dalam sebuah buku,” kata May.

Prestasi ini diikuti dengan prestasi yang peroleh pada tahun 2005, jajak pendapat radio Planet Rock menempatkan May dalam urutan ke-7 daftar gitaris terbesar sepanjang masa. Ia juga berada di urutan ke-26 dalam daftar "100 Gitaris Terbesar Sepanjang Masa" versi majalah Rolling Stone. Pada tahun 2012, May berada di urutan kedua gitaris terbesar sepanjang masa versi jajak pendapat pembaca majalah Guitar World.

Brian Cox

Musisi yang satu ini mungkin kurang terdengar di telinga kita. Brian Cox sempat bergabung dengan unit pop asal Irlandia, D:Ream. Kini ia lebih dikenal sebagai fisikawan dan kerap memandu sejumlah program sains di stasiun televisi BBC. Brian mendapat gelar profesor dari University of Manchester.


Pria yang lahir pada 3 Maret 1968 ini telah menulis lebi dari 950 karya ilmiah di bidang fisika partikel dan  astronomi.

Pada tahun 1980, Cox bergabung bersama  sebagai pemain keyboard d:Ream yang merupakan band rock yang memiliki beberapa hits di tangga lagu Inggris.

Cox belajar fisika di Universitas Manchester selama karir musiknya. Meraih gelar S1 untuk kelas dan gelar Master of Philosophy dalam fisika. Setelah d: Ream dibubarkan pada tahun 1997, ia menyelesaikan nya Doctor of Philosophy dalam fisika partikel energi tinggi di Universitas Manchester. 

Siapa yang dapat menyangka bahwa Brian Cox akan menjadi professor? Bahkan mampu menjelaskan rumus yang sangat kompleks yang panjangnya sehalaman itu? Mengutip perkataan Professor Brian Cox pada acara talkshow The Jonathan Ross Show, “Saya (Brian Cox) mendapatkan nilai D untuk mata pelajaran matematika tingkat lanjut (A-Level/advanced level)” Sehingga karena nilai matematika yang jelek tersebutlah Brian Cox melampiaskan pelariannya pada band Rock ‘n’ Roll.

Sekarang Profesor Brian Cox adalah guru besar di Fakultas Physics and Astronomi Universitas Manchester. Dengan banyak sekali prestasi yang telah diraih, dari lulusan terbaik sarjana Sains (Bachelor of Science) dan master Sains (MPhil) dari Universitas Manchester. Bahkan sampai menamatkan S3 dengan gelar Doctor of Philosophy juga pada Universitas Manchester. Karya tulis S3 nya berjudul “Double Diffraction Dissociation at Large Momentum Transfer” yang dikerjakan di laboratorium terbesar di Dunia yang pernah ada, CERN. Dan penghargaan-penghargaan lain yang sangat bergengsi seperti Lord Kelvin Award, Royal Society University Research Fellowship, International Fellow of The Explorers Club, Institute of Physics Kelvin Prize, Officer of the Order of the British Empire, Queen’s 2010 Birthday Honours, dll.

Dibalik prestasinya yang sangat banyak, ternyata Brian Cox tidak terlalu dikenal oleh masyarakat karena prestasinya tersebut. Profesor Brian Cox terkenal justru karena mampu menjadi presenter TV untuk channel Sains, yakni channel BBC membawakan acara Wonders of Life. Profesor Brian Cox mampu menyampaikan Sains dalam bahasa yang mudah dimengerti dan membuat orang yang menontonnya menjadi menyukai sains. Menurut People Magazines, Sains menjadi seksi karena disampaikan oleh Profesor Brian Cox. Atas prestasinya tersebut (mampu menjadi komunikator sains), Profesor Brian Cox mendapatkan penghargaan Michael Faraday Prize of the Royal Society .

Referensi :
1.  Wikipedia
3. https://warstek.com/2015/04/12/briancox/




loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Musisi yang Menjadi Fisikawan"

Post a Comment