6 Pernyataan Kontroversial Ilmuwan Paling Mencengangkan

Halo Serupedians!

Sepak terjang ilmuwan dalam dunia sains memang menjadi ujung tombak dan memengang peranan penting dalam membangun konsep, teori dan khasanah dunia sains. Banyak dari mereka mengabdikan hidup untuk meneliti dan mempublikasikan pada masyarakat umum. Namun tak sedikit dari mereka melontarkan peryataan-pernyataan yang bersifat kontoversial.


Gambar : bbc.com

Di antara banyak pernyataan ilmuwan dalam beberapa artikel, berikut beberapa yang paling populer.

1. Stephen Hawking : Manusia bisa hidup abadi


Dalam wawancara dengan The Guardian, Hawking yang terkenal lewat buku A Brief History of Time serta M-Theory menyatakan bahwa manusia bisa hidup abadi. 

"Saya pikir otak seperti sebuah program dalam pikiran, seperti komputer, jadi secara teoretis sebenarnya mungkin untuk menyalin otak ke komputer dan mendukung bentuk kehidupan setelah mati," katanya. 

"Saya pikir kehidupan setelah mati secara konvensional adalah dongeng untuk orang-orang yang takut pada kegelapan," imbuhnya seperti dikutip The Guardian, 21 September 2013. 

2. Hasan Djafar : Nusantara bukan wilayah Majapahit

Diyakini banyak orang, Majapahit punya wilayah Nusantara yang teritorinya seperti Republik Indonesia. Namun, Hasan Djafar, seorang ahli arkeologi, epigrafi, dan sejarah kuno, mengatakan, "Itu omong kosong!" 

”Sayang sekali banyak ahli sejarah menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit!” serunya. 

Menurutnya, makna ”nusa” adalah ”pulau-pulau atau daerah”, sedangkan ”antara” adalah ”yang lain”. Jadi, Nusantara pada masa Majapahit diartikan sebagai ”daerah-daerah yang lain” karena kenyataannya memang di luar wilayah Majapahit. 

3. Surono : Kalau letusan Samalas terulang, Indonesia porak poranda

Gunung Samalas yang dahulu terletak satu kompleks dengan Gunung Rinjani pernah meletus dahsyat pada tahun 1257. Letusannya mencapai skala 7, 1.000 kali lebih kuat dari letusan Merapi tahun 2010. 

Bila letusan gunung yang kini punya "anak", yaitu Gunung Barujari, itu terulang pada masa modern, dampaknya tak terkirakan. Letusan Merapi saja sudah mampu membuat 1.000 orang mengungsi. 

"Kalau letusan seperti Samalas terulang, yang bisa dibayangkan adalah porak poranda. Semua penerbangan lumpuh, tidak beroperasi. Kerugiannya besar," demikian kata Surono (4/12). 

4. Iskandar Zulkarnain : Sumatra bukan sepenuhnya bagian Eurasia
Sebelumnya, Sumatra diyakini merupakan tepian benua Eurasia. Namun, peneliti geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Iskandar Zulkarnain, mengatakannya tidak. 

"Sumatra bukan sepenuhnya bagian dari lempeng benua Eurasia," katanya dalam orasinya sebagai guru besar Agustus 2013 lalu. 

Berdasarkan riset Iskandar, wilayah barat Sumatra sebenarnya adalah busur kepulauan, tersusun atas lempeng samudera. 

"Batasnya adalah sesar Sumatra," tuturnya.

5. Chris Hadfield : 40 tahun lagi, Manusia bisa hidup di Bulan

Chris Hadfield sejatinya adalah seorang astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa mimpi manusia untuk tinggal di Bulan akan segera menjadi kenyataan dalam 40 tahun lagi. 

"Saya pikir dalam masa hidup saya kita akan melihat basis permanen di Bulan. Memulai tinggal di Bulan akan membantu kita mengeksplorasi antariksa lebih baik," imbuh Hadfield seperti dikutip Telegraph (16/12). 

6. Reza Aslan : Yesus tidak lahir di Bethlehem


Reza Aslan, penulis buku Zealot : The Life and Times of Jesus of Nazareth mengatakan, Yesus tidak lahir di kandang dan Bethlehem. 

"Cerita (bahwa Yesus lahir di Nazareth dan di sebuah kandang domba) sendiri tidak pernah dimaksudkan sebagai catatan sejarah kelahiran Yesus. Cerita itu dimaksudkan sebagai argumen akan siapa Yesus saat itu," kata Aslan seperti dikutip Huffington Post, Sabtu (14/12). 

"Dia lahir di rumah dengan keluarganya ada di sampingnya," imbuhnya.


Baca Juga  :
Beberapa Eksperimen Gila dan Menakutkan yang Pernah Dilakukan
Akibat Gempa, Kini 1 Hari Hanya 23 Jam
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Pernyataan Kontroversial Ilmuwan Paling Mencengangkan "

Post a Comment