Sponsored Links

Ternyata Suamiku Nakal - 4

Episode 4: Kejutan

Ku lihat suamiku membukakan gerbang depan rumah. Maklumlah rumah kami Cuma punya satu pembantu yaitu Mbok Imah. Lagipula kami memang tidak mau terlalu banyak pembantu. Ribet malah dan kebetulan Mbok Imah ikut bersamaku belanja bulanan.
Aku memakirkan mobilku tepat di belakang mobil suamiku. Sesaat kemudian kami sudah repot membawa belanjaan yang begitu banyak.

“Marni dimana Pa?”tanyaku Pada suamiku.

“Di kamar deh kayaknya tadi.”jawab Suamiku.

Lalu ku bisikkan pada suamiku sesuatu.

“Pa Mama punya kejutan.”kataku berbisik.

“Apaan sih Ma?”tanya Papa.

“Tunggu aja entar malam.”jawabku meninggalkan Suamiku yang masih kebingungan.

Malam ini akan ku berikan surprise pada suamiku. Biar saja sekarang dia bertanya-tanya.

--

Malam pun tiba. Setelah makan malam segera aku beranjak ke kamar bersiap memberikan kejutan untuk suamiku. Tidak berapa lama suamiku pun masuk ke kamar.
Suamiku kemudian bertanya kepadaku.



“Ma, ngapain sih Mama selimutan gitu? Katanya mau ngasih surprise?”tanya Papa.

“Ah Papa sini Pa.”Aku mengajak suamiku mendekat.

Pelan-pelan suamiku mendekat dan ku suruh dia masuk ke dalam selimut. Ku bimbing tangan Suamiku ke selangkanganku.

“Oh....”Suamiku Kaget.

“Gimana Pa?”tanyaku.

“Asyik nih.”kata suamiku.

Secepat kilat dibukanya selimut yang menutupi kami.

“Mama seksi banget. Papa jadi pengen nih.”

Tidak salah pilih aku. Kebetulan sewaktu belanja tadi aku sempat mampir ke toko pakaian dalam. Sengaja ku pilih Pakaian dalam satu set yang memang seksi menurutku.

“Tumben Mama pake G-String biasanya gak mau.”komentar suamiku.

“Jadi gak mau nih?”tanyaku menggoda.

“Ya mau dong.”jawab suamiku.

Kami akhirnya terlibat pergumulan birahi yang hebat. Suamiku memagut bibirku dengan ganas. Tangan suamiku menjelajah seluruh titik tubuhku. Aku mendesah, menggeliat menikmati setiap sentuhan di tubuhku. Suamiku memasukkan jari tengahnya ke dalam vaginaku tanpa melepas g-string yang aku pakai. Jari Suamiku bermain-main di lubang vaginaku, rasanya sungguh nikmat.

Rupanya suamiku tidak puas. Entah kapan suamiku membuka celananya kini penis kokoh suamiku sudah ada di depanku. Aku tahu apa yang dia mau. Posisi ini sangat nikmat. Kami saling menjilati kemaluan, mengulum dan saling menghisap.

“Ah...enak... Ma.”erang Suamiku.

“Papa juga enak....Shhhss”desahku kemudian ku hisap lagi penis Suamiku.

Posisi ini bertahan cukup lama hingga akhirnya aku merasa ada yang akan jebol. Sedetik kemudian.

“Ah..........”aku mengejang.

“Mama sampai Pa.”

Rupanya suamiku masih asyik menikmati cairan vaginaku. Aku merasa tenaga sudah cukup terhisap. Suamiku kemudian merebahkan tubuhnya di sampingku. Aku segera bangkit dan menempatkan diriku di atas tubuh suamiku.

Ku pegang penis suamiku yang besar dan panjang kemudian ku arahkan ke dalam lubang vaginaku. Pelan-pelan ku turunkan pantatku.

“Ah.....yeah....”begitu keseluruhan Penis suamiku amblas di dalam vaginaku.

Aku gerakkan naik turun badanku di atas tubuh suamiku. Setengah lemas memang karena sudah ku dapat orgasme pertamaku.

“Ayoh Ma lebih kenceng lagi..”suamiku menyemangatiku.

“Ah...ah...ah...ah....”aku semakin kesetanan dan kemudian tubuhku ambruk di tubuh suamiku.

Aku mendapat orgasme keduaku. Aku masih terengah-engah. Rasanya nikmat. Aku sendiri baru sadar kalau daritadi aku masih mengenakan BH dan G-string. Rupanya daritadi G-string itu hanya di sisihkan ke samping saja pantas aku merasa ada yang aneh.

Dengan penis yang masih tertancap di vaginaku suamiku kemudian pada posisi duduk dia menaik turunkan pantatku. Hasilnya aku ikut terbawa suasana. Aku kembali terangsang.

“Oh...Pa....nik....mat....”lenguhku.

Bagian tubuh bawah kami beradu. Ku rasakan tangan suamiku memeluk pundakku dan kemudian melepas BH yang ku kenakan. Kemudian dengan tetap memelukku,
Suamiku menyedot dan menghisap puting susuku. Enak sekali, rasanya sungguh luar biasa.

“Pa....ma...amma....ud...ahhhh....ham...pir...nyam ...pe....”aku merasa ada yang akan jebol lagi.

“Tunggu Mah....Ba...re...ngan...”

“Ah........”kami melenguh berbarengan. Ku rasakan ada yang menyemprot keras di dalam rahimku. Rasanya hangat. Aku lelah, capek, namun nikmat. Kami pun akhirnya terkulai dan tertidur. Sungguh nikmat. Penis suamiku masih bersarang di lubang vaginaku. Biarlah. Ku terlelap.

--

Aku terbangun dari tidurku. Ku dapati diriku memeluk istriku dan ku lirik jam menunjukkan pukul 12.13. Sungguh malam ini istriku Revita benar-benar hot. Aku puas sangat puas dengan pelayanannya malam ini. Dia sungguh sempurna. Pelan-pelan aku beranjak. Ku lepas pelukkan dan juga penisku dari vaginanya kemudian ku selimuti tubuh bidadariku ini.

Aku pun segera ke kamar mandi, membersihkan diri. Rasanya segar. Rasa lelahku sedikit terobati.Teringat dengan Marni tadi sore dan dengan permainan dengannya yang tertunda. Penisku berdiri lagi di bawah shower.

“Marni....marni...”aku panggil nama Marni dalam pIkiranku sambil menimbang-nimbang.

“Ah masa bodoh...malam ini aku mau ke kamar Marni lagi.”pikirku.

Segera ku sudahi acara mandi malamku. Ku kenakan celana kolorku dan kaos singlet saja. Aku keluar dari kamarku pelan-pelan takut membangunkan Revita Istriku. Nasib mujur masih di pihakku, kamar Marni memang tidak pernah terkunci, seakan dia mengundangku. Bedanya dengan malampmalam sebelumnya Marni tidak tahu bahwa aku sudah setengah menyetubuhinya. Malam ini, kalau pun dia bangun, aku yakin Marni tidak keberatan. Apalagi setelah sore tadi.
Ku lihat sejenak Marni, gadis kecil yang seksi dan mulus. Apalagi malam ini tubuhnya hanya di balut daster mini. Seperti malam sebelumnya ku goyangkan badan Marni. Tiba-tiba Marni terbangun.

“Papa....”

Aku sempat kaget juga. Namun, hanya sesaat. Kemudian tangan Marni menarikku ikut rebahan di ranjang. Marni membelakangiku sementara kedua tanganku memeluknya dari belakang. Marni kemudian bertanya kepadaku.

“Papa menginginkan Marni?”tanya Marni.

Aku terdiam tak berani menjawab.

“Marni uda lama nunggu Papa. Kirain Papa gak datang.”kata Marni

Aku serba salah juga mendengar perkataan Marni.

“Pa kok diem sih?”tanya Marni

“Gak, Papa sayang Marni". Ku pererat pelukanku ke Marni.

Marni kemudian beringsut berbalik arah. Kini kami saling berhadapan, nampak sekali Marni sudah dikuasai birahi. Nafasnya tidak teratur, matanya sayu.

“Pa cium Marni.”

Tanpa menunggu lama segera ku pagut bibir mungil Marni. Kami bagai kekasih yang lama tidak bertemu. Tanganku tidak tinggal diam ku remas bokong bulat
Marni. Kami berguling-guling tak karuan di ranjang. Kali ini permainan kami benar-benar panas.

Marni berada di posisi yang menguntungkan karena sekarang tubuhku di bawah Marni. Marni menduduki perutku. Sejenak Marni tersenyum kemudian melepas daster yang ia pakai. Dua buah payudara Marni seakan minta untuk segera disentuh. Tanpa menunggu lama,ku mainkan kedua payudara Marni dengan lidahku. Ku jilati dan ku hisap pelan puting susunya sesekali ku gigit kecil.

“Ah..enak Pa...”Marni merintih-rintih tidak karuan.

Ku balik badan Marni. Sekarang Marni ada dibawahku. Ku perhatikan sejenak tubuh mungil seksi itu. Benar-benar indah, semua ukuran pas dan proporsional. Ku dekatkan lagi bibirku ke payudara Marni. Ku hisap dan ku jilati lagi payudara muda itu. Marni mendesah-desah, menggeliat seperti cacing kepanasan. Tangan kananku segera merangsek masuk ke dalam celana dalam Marni. Ku gosok pelan dan ku tusuk-tusuk dengan jariku.

“Ah...Pa....enyak....”Marni semakin tidak karuan.

Ciumanku semakin turun, dari payudaranya ke pusar kemudian menuju lembah basah yang masih tertutup celana dalam. Dengan lembut ku tarik celana dalam itu. Marni sendiri membantu dengan menaikkan bokongnya. Nampak kini bibir basah yang sangat menggoda dengan sedikit bulu-bulu halus di atasnya. Tanpa menunggu lama ku jilati vagina Marni.

“Ah.....”Marni mendesah kedua tangannnya memegang kepalaku seakan membenamkan kepalaku ke dalam vagina Marni.

“Pa.....pa...papa........”tiba-tiba tubuh Marni mengejang dan ku rasakan ada yang menyemprot ke wajahku rasanya asin-asin gurih. Ku nikmati cairan Marni dan ku lahap semua hingga habis. Enak rasanya cairan perawan. Berangsur-angsur ketegangan Marni mereda nampak wajah puas tersirat.
Segera ku telanjangi diriku. Penisku sudah tidak kompromi lagi melihat tubuh remaja muda telanjang bulat siap untuk disantap. Sekilas nampak raut wajah kaget Marni melihat selangkanganku. Mungkin ini pertama kali bagi Marni melihat penis laki-laki dewasa.

“Ih...Pa gede banget...”kata Marni.
Aku hanya tersenyum.

“Kamu mau Mar?”tanyaku

“Mmma...u...Pa...pi apa muat di vagina Marni?”tanya Marni.

“Pasti muat kalo pelan-pelan. Sini kocokin dulu penis papa.”

Marni kemudian jongkok di depanku. Penisku tepat di wajah Marni.

“Ayo Mar kocok penis Papa. Dihisap sama diemut juga kayak kamu lagi makan es krim.”perintahku.

Pintar juga anak ini tanpa belajar dia sudah bisa melakukannya insting wanita pikirku. Cukup lama Marni mengoral penisku. Aku merasa sudah akan ada yang mendesak.

“Lebih cepat Mar....”

Tidak berapa lama. Spermaku menyembur kuat. Marni tersentak namun tak dapat berbuat banyak karena kepalanya ku pegang erat. Mau tidak mau Marni menelan spermaku. Marni tersedak dan terbatuk-batuk.

“Uhuk...Papa jahat.”kata Marni

“Maaf Mar, habis kamu enak.”kataku.

Ku lihat spermaku meleleh di celah bibir Marni.

“Apaan sih ni Pa, rasanya enak.”tanya Marni.

“Itu namanya Sperma Mar.”jelasku

“Oh begini toh rasanya, ternyata enak juga. Marni mau lagi dong Pa”.pinta Marni
Rupanya anak ini sudah ketagihan sperma.

“Iya nanti Papa kasih lagi.”

Marni tersenyum Manja.

“Pa kapan itu dimasukin kesini.”tanya Marni sambil menunjuk kemaluan kami.

“Kamu yakin Mar?”tanyaku.

“Yakin Pa, Marni rela keperawanan Marni buat Papa.”Jawabnya

Sungguh nasib baik. Sungguh keberuntungan masih bersamaku. Terus terang aku bukan laki-laki yang benar-benar baik. Entah sudah berapa perawan ku bobol dengan penisku. Tapi, terus terang semua ku lakukan tanpa memaksa.

“Kamu nungging deh Mar.”kataku.

Marni kemudian menunggingkan bokong seksinya. Aku malah sempat terpesona.

“Ayo Pa.”

“Iya Papa panasin dulu yah.”

Ku jilati lubang vagina marni dari belakang. Sapuan lidahku sesekali mengenai lubang anus Marni.

“Ah....Pa....enak....pa....”desah Marni.

Setelah ku rasa cukup basah. Segera ku tempatkan diriku. Ku gosokkan kepala penisku ke lubang vagina Marni.

“Ah....ssssss....sh....ss..s.sss.s.....enak Pa.”Desah Marni.

Dengan dibimbing tangan kananku kini kepala penisku sudah terjepit di dalam lubang vagina Marni. Ku pegang pinggul Marni dengan gerakan pelan ku dorong penisku.

“Ah.......enak.......Pa...”Marni semakin tidak karuan. Nampak jelas dia ikut menggerakkan bokong seksinya mundur.

Ku dorong semakin dalam dan ku rasakan ada penghalang disana. Selaput dara Marni pastinya. Sebentar lagi dengan sekali hentak aku akan memerawani Marni.
Kedua tanganku memegang pinggul Marni bersiap melakukan serangan.

“Ayo Pa....Marni enak......ah....”desah Marni sambil memutar-mutar bokong seksinya.

Aku sudah sangat bernafsu sekali. Seperempat penisku sudah tenggelam di telan vagina Marni. Sementara Marni nungging pasrah dengan kepala ditaruh di bantal dan bokong yang mencuat tinggi siap digempur. Tiba tiba....

“Papa!”
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ternyata Suamiku Nakal - 4"

Post a Comment