Ternyata Suamiku Nakal - 10

EPISODE 10 : Perfect Dream
POV: Nancy

Hari ini aku bahagia sekali. Setelah 3 tahun saling mengenal satu sama lain kini kami telah resmi menjadi suami istri. Malam ini adalah 100 hari aku menikah dengan Mas Anton, aku benar deg-degan. Sejujurnya ini bukan yang pertama kali dan aku memang bukanlah gadis polos yang tidak tahu apapun tentang seks. Aku sudah sering melihat berbagai macam film biru. Mulai dari threesome, deepthroat, softcore dsb. Oh iya, Namaku Nancy Notonegoro,umur 25 tahun, profesi model. Sudahlah tak perlu membayangkan terlalu jauh. Aku tidak begitu cantik, tapi banyak yang bilang aku mirip dengan Mariana Renata. 

“Ih Papa kok lama sih”batinku. Sudah sejam lebih aku dianggurin di kamar sendirian. Padahal sudah hampir jam 11 malam. Dasar laki-laki, tidak tahu saja kalau wanita dibiarkan terlalu lama mood-nya bakal hilang. Padahal sudah sedari tadi aku sudah siap, bahkan aku sudah ganti bajuku dengan lingerie merah yang sebenarnya aku risih memakainya. Sama saja tidak pakai baju karena tembus pandang. Tapi biarlah, toh ini juga bukan pertama kali Mas Anton Suamiku melihatku polos. Mas Anton sendiri lebih sering ku panggil Papa, alasannya simpel sih sebenarnya Cuma takut aja kalau nantinya punya anak aku dipanggil emak, kalau memanggil suamiku Mas atau Ayah.

“Tidur aja ah..”Aku ngomel sendiri kemudian menutup tubuhku dengan selimut. Jadi kalau ada yang bilang malam pertama itu sesuatu yang indah, ku pikir bukan buat aku.

Aku pun terlelap entah berapa lama. Ku rasakan dingin menerpa tubuhku. Aku menggelinjang ketika ku rasakan ada yang menghisap puting susuku. Rasanya nikmat, geli dan enak. Ku pikir pastilah Mas Anton. Biar sajalah, aku malu untuk membuka mata. Ku nikmati saja perlakuannya padaku. 


Jelas sekali Mas Anton mempermainkan payudaraku. Aku merasa puting susuku mengeras dan menegang. 
Aku hanya bisa merintih menikmati perlakuan Mas Anton.

“Pa.....jangan siksa Nancy....”

Serasa tersetrum kenikmatan 1000 volt ketika ku rasakan benda-benda yang ku tahu jari-jari tangan menyentuh vaginaku. 

“Ah....SSssss.....”Aku melenguh dan mendesah tak karuan.

Namun, aku merasa kecewa ketika ku rasakan jamahan dan belaian itu terhenti. Sesaat kemudian kembali ku rasakan kenikmatan yang luar biasa ketika sebuah benda tumpul di gosok-gosokkan di bibir vaginaku

“Ah...”Mas Anton sepertinya menikmati pula.

“Angh....”Suaraku tertahan aku benar-benar sudah basah. Nafsuku sudah berada di ubun-ubun. Seketika ku rasakan benda itu menyeruak masuk ke dalam vaginaku dengan sukses. Aku tahu pasti itu adalah penis seorang pria, penis suamiku tercinta.

“Papa...Penis papa kok gede banget sih Pa....enak....”Aku menggumam sambil memejamkan mata, dalam hubungan seks pujian kepada pasangan dapat meningkatkan kualitas seksual.

Aku tidak tahu bagaimana ekpresi wajah Papa, Mas Anton suamiku. Aku sendiri bukan saja karena malu tapi juga karena terlalu menikmati seks dengan suamiku. Penis itu seakan terjepit dengan ketat di dalam vaginaku. Begitu hangat dan besar. Besar? Ah aku memang merasa lain dari biasanya. Ah mungkin karena aku terlalu bernafsu. Aku mengerang nikmat saat penis itu menusukku tadi. Kemudian dengan gerakkan yang sungguh terarah penis papa mempompa tubuhku. Aku terombang-ambing dalam lautan kenikmatan yang luar biasa. Belum apa-apa aku merasakan sesuatu yang nikmat. Vaginaku menyemprotkan cairan kenikmatan membanjiri liang kenikmatanku.

“Pa....Nancy uda dapet sekali..”bisikku.

“Papa kok tumben lama...”Biasanya Mas Anton memang tidak tahan lama karena memang masih amatir. Namun entah kenapa sekarang dia lain. Tubuh Nancy melemah setelah mendapat orgasme pertamanya. Aku berpikir mungkin orang yang sedang menyetubuhiku bukanlah suamiku. Bahkan ketika ku rasakan penis itu lepas dari vaginaku, rasa-rasanya lebih besar dan lebih penuh. Mataku setengah terbuka namun aku tidak dapat melihat dengan jelas, kepalaku agak pusing. Tiba ku rasakan sebuah serangan lagi.

“Ah...Papa....”Aku mendesah. Sudah tidak terpikir lagi siapa yang sedang menyetubuhiku ketika ku rasakan penis besar itu menyeruak masuk membobol vaginaku dari samping. Benar-benar sesuatu yang baru bagiku. Sebelah kakiku diangkat dan secepat kilat penis itu menjajaki lubang vaginaku. Vaginaku mencengkram kuat penis itu dan ku rasakan sebentar lagi aku akan merasakan klimaksku.

“Papa”

“Ah......”Aku mengejang. Otot kewanitaanku seakan meremas penis di dalamnya dan ku rasakan semburan panas menyusul orgasmeku. Begitu banyak tembakan sperma dalam vaginaku bahkan penis itu menusuk hingga rahimku. Sungguh nikmat, ku buka mataku dengan berat dan menoleh ke samping.

“Astaga!!!!”

Bersambung.............
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ternyata Suamiku Nakal - 10"

Post a Comment