Cara Memilih Vaporizer Untuk Pemula




Hai Serupedians!
"Smoking is Dead, Vaping is the Future and the Future is NOW!" 
Begitu bunyi pesan dari seorang ahli dalam dunia vaping yang tersohor di dunia maya, rip trippers. Vaping? Apa itu? Orang awam pasti asing mendengarnya, vaping adalah kegiatan para pehobi pemakai vaporizer. Atau biasa juga disebut rokok elektrik. Alat ini diyakini bisa menjadi alternatif bagi para perokok aktif. Hobi vaping atau dikenal juga sebagai “vape” ini sedang booming dikalangan anak muda. Bagi mereka kini vape bukan hanya sebagai alternatrif rokok konvensional, tapi sudah menjadi gaya hidup.

Kali ini serupedia akan membahas Cara Memilih Vaporizer Untuk Pemula.

Starterkit untuk pemula

 Gambar: www.esmokeronline.com

Bagi para pemula pilihlah starter kit, jenis ini cocok bagi pemula karena simple dan aman.  Biasanya dijual sudah 1 set (baterai, atomizer, dan koil),cukup beli liquid Anda bisa langsung gunakan. Atau Anda bisa juga beli terpisah baterai dan atomizernya untuk lebih menyesuaikan style yang Anda suka. Contoh starterkit yang dijual 1 set adalah Kangertch Emow kit. Atau kalau ingin beli terpisah Anda bisa memilih baterai yang banyak dirokemendasikan oleh penikmat vape yaitu “Vision Spinner II”, dan atomizernya anda bisa pilih “Aspire Nautilus” atau “Mini Pro Tank 3”.

Regulated MOD, RBA, dan RDA

 Gambar: www.reddit.com

Untuk ketahap selanjutnya Anda bisa mengganti atomizer yang untuk pemula dengan yang “rebuildable” atau biasa disebut RBA (Rebuildable Atomizer). Intinya adalah koil di atomizer tersebut bisa di buat ulang. Agak ribet memang, namun soal rasa dan produksi vapor tidak bisa ditandingi dengan atomizer biasa. RBA ini simple untuk penggunaan harian, karena memiliki tank penampung liquid, sedangkan RDA (Rebuildable Dripping Atomizer) sesuai namanya, Anda harus meneteskan liquid secara manual. Kelebihan RDA, rasa dan produksi vapor lebih terasa daripada RBA.

Namun untuk memakai RBA atau RDA ini Anda tidak bisa memakai baterai untuk staterkit, pilihanya Anda bisa menggunakan regulated mod yang bisa mengatur besaran watt untuk pembakaran lebih. Contoh regulated mod adalah Hana Modz, Vaporshark, ipv2, dan lain sebagainya, untuk mod jenis ini memang agak selangit harganya karena memiliki chip yang bisa mengatur elektrikal. Sedangkan RBA dan RDA yang recommended, Anda bisa pilih Kayfun Lite V2, Orchid V4, dan Fogger V5 untuk RBA. PlumeVeil, Tugboat, dan Magma untuk RDA.

Mechanical MOD

Gambar: forum.strats.co

Untuk mod yang satu ini, disarankan jika Anda sudah mahir dalam dunia vaping. Untuk memakai mod ini disarankan mengerti dasar-dasar kelistrikan, karena mod ini unregulated. Intinya bisa membakar sekuat yang Anda inginkan, namun jika kekuatan baterai tidak mumpuni, bisa membahayakan diri Anda. Anda harus mengerti dasar hukum Ohm. Semakin rendah Ohm, akan semakin banyak Vapor yang diproduksi, namun biasanya mengurangi citra rasa. Tinggi rendahnya Ohm bisa diatur tergantung pembuatan koil. Disini lah letak keasikan hobi vape ini. Anda bisa custom sesuai keinginan Anda. Mechanical mod sangat beragam, Anda bisa pilih sesuai selera, yang penting gunakanlah baterai mumpuni yang recommended.

Itulah tahap Cara Memilih Vaporizer Untuk Pemula versi serupedia. Dengan mengikuti cara ini serupedian dapat mahir dalam dunia vaping. Dengan vaporizer serupedian pun dapat mengurangi kadar bahaya rokok untuk diri sendiri dan juga lingkungan.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Memilih Vaporizer Untuk Pemula"

Post a Comment