Sejarah Panjang Kertas

Halo Serupedians

Kali ini serupedia, ingin mengulas bagaimana kertas bisa diciptakan dan terus digunakan sampai saat ini. Selamat menyimak. 

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.


Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

Sejarah Kertas dalam Bebagai Versi

Versi China

Kertas ditemukan oleh Ts’ai Lun oleh 105 AD selama Dinasti Han dan menyebar kebarat melalui Jalan Sutra, Papermaking dan manufaktur. Di Eropa dimulai di Semenanjung Iberia, saat ini Portugal dan Spanyol dan Sisilia. di abad ke-10 kaum Muslim yang tinggal di sana pada waktu itu, perlahan menyebar ke Italia, Perancis Selatan mencapai Jerman oleh 1400.

Di Eropa abad pertengahan, yang sampai saat kerajinan pembuatan kertas adalah mekanik dengan menggunakan waterpower, yang pabrik kertas air pertama di Semenanjung Iberia yang telah dibangun di kota Portugis Leiria di 1411, dan proses lainnya. Ekspansi yang cepat produksi kertas Eropa itu benar-benar ditingkatkan dengan penemuan mesin cetak dan awal Revolusi Percetakan di abad ke-15. 

Kata “kertas” etimologis berasal dari papyros, Yunani Kuno untuk papirus Tanaman Cyperus. Papirus adalah, kertas tebal seperti bahan dihasilkan dari empulur dari papirus Cyperus tanaman yang digunakan di Mesir kuno dan lainnya budaya Mediterania untuk menulis, sebelum pembuatan kertas di Cina. Papyrus adalah laminasi “tanaman alami, sementara kertas dibuat dari serat yang sifat telah diubah oleh maserasi atau disintegrasi.

Pembuatan kertas secara tradisional telah dilacak ke Cina sekitar 105 Masehi, ketika Cai Lun, pejabat dipengadilan Imperial selama Dinasti Han (202 SM-220 M), menciptakan selembar kertas menggunakan murbei dan lainnya Serat Bast bersama dengan fishnets, kain tua dan limbah rami, meskipun bagian awal kertas ditemukan, di Fangmatan di provinsi Gansu bertuliskan peta, tanggal 179-41 SM.

Selama Shang (1600-1050 SM), dan Zhou (1050 SM – 256 M) dinasti Cina kuno, dokumen yang biasanya ditulis pada tulang atau bambu (pada tablet atau potongan bambu dijahit dan berguling bersama-sama ke gulungan), membuat mereka sangat berat. Bahan cahaya sutra kadang-kadang digunakan, tetapi biasanya terlalu mahal untuk dipertimbangkan.

Sementara kerajaan resmi Cina Dinasti Han, Cai Lun secara luas dianggap telah menemukan metode modern pembuatan kertas (terinspirasi dari tawon dan lebah) dari kain dan serat tanaman lainnya di 105 CE. penemuan spesimen bertulis karakter Cina pada tahun 2006 diutara. China timur Gansu provinsi menunjukkan kertas yang telah digunakan oleh militer Cina kuno lebih dari 100 tahun sebelum Cai, 8 SM. Oleh karena itu akan muncul bahwa “kontribusi Cai Lun adalah untuk meningkatkan keterampilan ini secara sistematis dan ilmiah, memperbaiki resep untuk pembuatan kertas”. 

Versi Mesir

Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.

Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Talas pada tahun 751 Masehi di mana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

Pembuatan Kertas Di Abad 19

Pada tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder oleh John Dickinson pada tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927 Amerika Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.

Peningkatan produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang. Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Watt dan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghman mendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan. Proses kraft dihasilkan dari eksperimen dasar oleh Carl Dahl pada tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia untuk sisa larutan pemasak.

Teknik Baru

Walaupun lebih murah dibanding kertas kulit (vellum), dalam jumlah besar, misalnya seukuran buku, kertas adalah material yang mahal sebelum abad ke 19. Teknologi mesin kertas bertenaga uap ditemukan, sehingga pembuatan kertas dengan bubur kertas dari kayu dapat dilakukan. Walaupun ada beberapa mesin pendahulu, mesin pembuat kertas Fourdrinier adalah dasar dari teknologi pembuatan kertas modern. 

Pada tahun 1799, Nicholas Louis Robert dari Essonnes, Prancis mendapatkan paten untuk mesin kertas yang dapat memproduksi kertas gulungan (continuous paper machine). Saat itu, Nicholas bekerjasama dengan Leger Didot, kemudian terjadi selisih pendapat mengenai kepemilikan ijin penemuan mesin. Adalah Didot yang mengutus John Gamble, adik iparnya untuk menemui Sealy dan Henry Fordrinier di London dan setuju untuk mensponsori suatu proyek. Pada 20 Oktober 1801, Gamble mendapatkan paten no 2487 dari negara Inggris. Tahun 1803, sebuah mesin dipasang di Frogmore, Hetfordshire. Mesin tersebut merupakan penyempurnaan dari mesn Robert, hal ini dimungkinkan karena keterlibatan Bryan Donkin seorang mekanik yang sangat terampil.

Hingga akhir abad ke 18, ujicoba menggunakan bahan kayu untuk membuat kertas tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Pada tahun 1800, Matthias Koops di London, Inggris mempelajari lebih lanjut gagasan pembuatan kertas dengan kayu, dan menerbitkan buku berjudul Historical Account of the Substance wich have been used to Describe Events, and to Convey Ideas, from the Earliest Date, to the Invention of Paper (Kira-kira judulnya adalah Catatan penggunaan bahan, kerjadian, ide dari dulu sampai penemuan kertas). Matthias mendapatkan dukungan keuangan dari keluarga kerajaan untuk pembuatan mesin cetak serta bahan dan infrastruktur untuk bisnis percetakannya. Buku yang sangat menarik, walaupun sangat mahal merupakan satu-satunya buku yang berhasil di tulis dan di cetak sebelum perusahaannya bangkrut.

Pada tahun 1830 dan 1840, dua tokoh dari benua yang berbeda melakukan terobosan. Charles Fenerty dan Friedrich Gottlob Keller memulai ujicoba memanfaatkan bahan kayu untuk teknik pembuatan kertas, membuat bubur kertas langsung dari bahan kayu tersebut. Kurang lebih pada waktu yang sama, pada pertengahan tahun 1844, kedua tokoh ini mengumumkan penemuan mereka. Sebuah mesin yang dapat memisahkan serat dari pohon dan memanfaatkan serat untuk pembuatan kertas. Bubur kayu kemudian di putihkan / dicuci (bleach) oleh Fenerty sehingga memproduksi kertas berwarna putih. Pada saat inilah dimulai era baru pembuatan kertas. Pada akhir abad 19, hampir semua produsen menggunakan bahan kayu untuk pembuatan kertas.

Dengan penemuan pena tinta (fountain pen), produksi masal alat tulis pensil, berkembangnya teknologi percetakan (printing press) dengan tenaga uap, kertas dengan bahan dasar kertas menyebabkan perubahan ekonomi dan sosial di negara industri yang sangat besar pada abad ke 19. Pengenalan kertas yang lebih murah, buku pelajaran, fiksi, non fiksi, surat kabar semakin terjangkau pada tahun 1900.


Referensi :
[1]. https://id.wikipedia.org
[2].https://wildanrenaldi.wordpress.com/2013/03/28/sejarah-lengkap-kertas/
[3]. https://blogpenemu.blogspot.co.id/2014/04/sejarah-ditemukannya-kertas.html
[4]. http://hlowbos.blogspot.com/2012/07/inilah-sejarah-panjang-tentang-adanya.html
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Panjang Kertas"

Post a Comment