Sponsored Links

Objek Wisata Alam Jogja Terbaru Yang Layak Di Kunjungi

Dengan luas 3.185,82 Km tentunya Jogjakarta memiliki tempat wisata yang melimpah yang bisa anda temui di sini, kali ini saya akan membahas beberapa tempat wisata alam yang ada di wilayah Jogjakarta. Untuk yang dari luar jogja pengen berwisata dan menginap di hotel yang tentunya dengan harga yang terjangkau kemarin telang kami informasikan untuk harga hotel murah kawasan prawirotaman jogja dan juga hotel murah dengan harga di bawah 100 ribu

Puncak Suroloyo Kulon Progo 

Puncak Suroloyo merupakan Bukit yang terletak di selatan Candi Borobudur dari sini kita dapat melihat pemandangan indah empat gunung besar di Jawa Tengah yaitu Gunung sumbing, Merapi, Merbabu, dan Sindoro. Di bukit ini terdapat tiga tempat pemberhentian yang disebut pertapaan, pemberhentian pertama disebut Suroloyo, sedangkan kedua disebut sariloyo dan yang ketiga disebut kaendran.
Legenda
Legenda mengenai Puncak Suroloyo bermula dari seorang pujangga bernama Ngabehi Yasadipura dari Keraton Surakarta yang dalam kitabnya berjudul Cabolek.Ia mengisahkan bahwa Raden Mas Rangsang, Putra Mahkota Kerajaan Mataram Islam, pernah menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa. Raden Mas Rangsang harus berjalan kaki dari keraton di wilayah Kotagede menuju ke arah barat.Setelah menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 40 kilometer di wilayah Pegunungan Menoreh, ia jatuh pingsan karena kelelahan. Dalam pingsannya, Raden Mas Rangsang mendapat wangsit yang kedua. Wangsit tersebut memerintahkan agar Raden Mas Rangsang, yang ketika besar bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma, untuk melakukan tapa kesatrian di tempat itu. Tempat itulah yang sekarang disebut dengan Puncak Suroloyo.
Sumber wikipedia

Grojogan Sewu Kulon Progo
Kalau di Solo, Tawangmangu ada Grojogan Sewu, di Jogja juga Grojogan Sewu. Tempat wisata Grojogan Sewu ini terletak di Dusun Beteng, desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kabupaten kulon Progo Jogjakarta. di sini anda bisa menikmati wisata air sambil bermain atau bersantai sambil menikmati pemandangan yang asri di sini.
Selain itu masih ada juga obyek wisata selain Air terjun Grojogan Sewu, ada juga Air Terjun Nggembor, Susur Goa Silodo dan pelestarian 34 budaya lokal yang masih asri dan menarik untuk dikunjungi

Curug Pulosari Bantul

Liburan semester ini mungkin menjadi liburan yang membosankan bagi teman – teman di Bantul. Bisa karena ingin berliburan tapi uang di kantong tipis, atau pengen liburan tapi di tempat yang dekat – dekat aja. Nah, kemaren aku baru saja berkunjung ke salah satu tempat yang mungkin bisa menjadi alternatif teman – teman untuk menghabiskan waktu senggang. Tempat tersebut berupa curug atau dalam bahasa Indonesia berarti air terjun. Selain tempat itu dekat dari daerah Bantul, tempat itu juga bisa dibilang murah dan menyejukkan. Ya tempat itu adalah curug Pulosari.
Curug Pulosari ini terletak di Desa Wisata Krebet, Kecamanatan Pajangan, Bantul. Jarak dari tempat wisata ini ke Jogjakarta adalah sekitar 20 Km. Jalan akses menuju curug ini agak sulit karena jalurnya hanya bisa di lewati dengan sepeda atau berjalan kaki. Untuk bisa menikmati curug ini anda disarankan untuk kesini saat musim hujan atau ketika air sedang melimpah

Gua Cerme

Objek wisata ini terletak di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Gua ini memiliki panjang 1,3 Km jalan utama Gua Cerme ini menuju ke Luweng Ploso sepanjang 900 meter, selebihnya tembus ke Gua Pandu, di Bawah air terjun Grojogan Sewu dan lorong buntu air suci. Untuk mencapai pintu gua ini anda harus menaiki 800 anak tangga terlebih dahulu.

Sejarah Gua Cerme

adalah gua peninggalan sejarah yang terletak di dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul atau sekitar 20 km selatan Yogyakarta. Gua Cerme memiliki panjang 1,5 km yang tembus hingga sendang di wilayah Panggang, desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul. Di samping gua Cerme, disekitarnya terdapat gua lain yang lebih kecil seperti goa Dalang, goa Ledek, goa Badut dan goa Kaum yang sering digunakan untuk bersemedi. Untuk mencapai gua, terdapat tangga setinggi 759 m. Kata cerme berasal dari kata ceramah yang mengisyaratkan pembicaraan yang dilakukan walisongo. Gua Cerme dulunya digunakan oleh para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam di Jawa. Selain itu, gua Cerme juga digunakan untuk membahas rencana pendirian Masjid Agung Demak. Setiap Senin atau Selasa wage, selalu diadakan upacara syukuran untuk meminta berkah kepada Tuhan.

Goa ini termasuk goa yang panjang dan dalam. Daya tarik utama wisatawan dari Goa Cerme adalah keindahan stalagtit dan stalagmit serta adanya sungai bawah tanah dan banyaknya kelelawar di dalam gua. Lantai goa digenangi oleh air tanah dengan rata rata kedalaman air sekitar 1 hingga 1,5 meter. Goa ini terdiri dari banyak ruangan, seperti panggung pertemuan, air zam zam, mustoko, air suci, watu kaji, pelungguhan / paseban, kahyangan, grojogan sewu, air penguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi, gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa dan watu gantung. Sumber Wikipedia

Curug Banyunibo

Tempat wisata Curug Banyunibo berada di Dusun Kabrokan Kulon, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Daya tarik tempat ini adalah air terjun serta bebatuan-bebatuan yang indah dengan guratan alami.
keterangan :


  • Untuk menuju lokasi Curug Banyunibo ini cukup mudah, dianjurkan untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi
  • Untuk menuju daerah Pajangan, cukup susuri ring road selatan menuju daerah pabrik gula Madukismo,  dilanjutkan menuju Desa Krebet. Dari patung Semar di Desa Krebet arahkan kendaraan ke kiri, lurus ikuti jalan hingga menemukan pertigaan lalu belok ke kanan. Petunjuk arah menuju Curug Banyunibo terlihat kecil, butuh sedikit kejelian, jika tidak mau tersasar silahkan bertanya kepada penduduk sekitar.
  • Tarif parkir motor Rp 2.000,00
  • Pada musim kemarau debit air cenderung kecil, sedangkan pada musim penghujan debit air curug relatif cukup besar.

Embung Tambakboyo

 

Embung Tambakboyo merupakan sebuah waduk dengan latar belakang gunung yang indah, merupakan salah satu waduk yang berada di wilayah Sleman. anda dapat mengunjungi tempat wisata di Jogjakarta ini dengan mobil atau motor karena akses ke tempat ini cukup mudah, disini anda bisa menikmati pemandangan atau mengabadikan pemandangan yang indah dengan latar belakang gunung.

Cara Menuju Embung Tambakboyo

Dari perempatan Universitas Pembangunan Negara (UPN) Condong Catur ke arah utara. Jika Anda dari jalan seturan arahnya lurus. Namun, jika Anda dari arah barat, belok kiri di perempatan ring road UPN. Lalu terus saja sampai melewati perempatan pertama.
Dari perempatan tersebut masih lurus saja sampai masuk komplek perumahan dan jalanan berubah dari aspal ke konblok. Lurus saja sampai menemukan penunjuk arah embung Tambakboyo. Posisinya di sebalah kanan, di gang kedua. Jaraknya sekitar 200 meter dari perempatan tadi.
Setelah menemukan penunjuk arah, belok ke kanan. Jalanannya agak turun. Di sebelah kiri ada homestay. Posisi embung di bawah homestay, di depannya terdapat portal.

Biaya parkir

Sepeda motor Rp 2000

Embung Sriten Atau Batara Sriten 




Embung Sriten yang dibangun di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar menjadi magnet tersendiri bagi perkembangan wisata di Gunungkidul. Pembangunan embung ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengembangkan wisata di Zona Utara.
Tidak kalah dengan Embung yang dibuat di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Embung Sriten ini memiliki banyak kelebihan. Selain sebagai pusat agrowisata, pemerintah desa setempat juga membangun landasan olah raga paralayang. Potensi paralayang ini nantinya diharapkan masuk dalam kategori internasional.
Pastikan kendaraan anda dalam keadaan sehat ketika akan menuju Embung ini, karena jalan yang dilalui cukup menantang adrenalin. Untuk mencapai tempat ini pastikan anda menemukan Balai desa Pilangrejo di ruas jalan Ngawen – Nglipar. Disekitar balai desa tersebut ada pertigaan kearah utara. tepatnya menuju Dusun Srite. Ikuti aspal tersebut sejauh 4 km. Jika anda merasa bingun kemana arah Dusun ataupun Embung Sriten maka fungsikan GPS atau gunakan penduduk srkitar untuk bertanya arah. Jalanan berupa corblok yang sudah pecah di beberapa tempat. Tanjakan dan tiukngan tajam akan menjadi tantangan tersendiri ketika menuju tempat ini. Di bagian akhir menuju Embung jalanan merupakan jalan berbatu dan cukup licin sekitar 200 meter.
Setelah perjalanan yang cukup memompa adrenalin tersebut anda akan disuguhi pemandangan kabupaten Gunungkidul dari atas. Suasana cukup syahdu saat berada di ketinggian dan menikmati hamparan hijaunya Gunungkidul. Embung ini merupakan salah satu program pembuatan Embung di Gunungkidul. Rencananya disekitar embung akan dijadikan kebun buah. Diantaranya berupa buah durian, kelengkeng, manggisdan sirsak. Yang menambah istimewa dari tempat ini adalah lokasinya yang berada di puncak bukit. Sehingga pemandangan yang ditawarkan benar-benar mempesona. Rasa lelah akan perjalanan naik ke tempat ini terbayarkan dengan pemandangan yang disajikan.
Sudah terdapat beberapa penjual makanan dan minuman di tempat ini. Saat tulisan ini dibuat Embung sedang mengalami pembangunan pagar dan fasilitas lainnya. Mungkin sekitar 2- 3 bulan lagi Embung ini sudah dapat dijadikan tempat wisata. Di tempat ini juga disediakan tempat untuk berkemah. Disebelah tempat ini terdapat juga Puncak Tugu yang biasa dijadikan tempat untuk olahraga paralayang.
 
loading...

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Objek Wisata Alam Jogja Terbaru Yang Layak Di Kunjungi"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    ReplyDelete